Tiba-tiba hpku berdering tanda terdapat panggilan masuk. Belum sempat aku mengangkatnya, panggilan tersebut telah terputus. Aku heran siapa yang menelponku, karena memang nomer tersebut tidak terdaftar di kontak hpku. Langsung aku mengirim pesan singkat kepadanya yang berisi,"Maaf ini siapa ya?". Sekian lama aku menunggu balasan darinya. Akhirnya hampir 20menit kemudian ia membalas pesanku dan isi pesannya sama dengan pesan yang kukirimkan padanya. Dari situlah kami mulai dekat, mulai mendalami karakter masing-masing.Sampai pada suatu malam, aku merasa sangat merindukan sosok ayah. Akupun mulai menceritaan kisah hidupku kepadanya. Ia mendengarkan dengan seksama. Tak terasa air mataku menetes saat aku bercerita mengenai almarhum ayahku, ia berusaha untuk menenangkanku. Saat itu pula aku merasa ada sebuah getaran yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Entah mengapa aku merasa sangat nyaman berada didekatnya. Sebulan berlalu dan kami pun telah terbiasa untuk menghabiskan waktu bersama. Tak terasa benih-benih cinta pun mulai tumbuh. Aku memberanikan diri untuk lebih dulu mengatakannya karena aku tahu dia tidak mudah untuk mengungkapkan perasaannya. Tak kusangka dia juga merasakan hal yang sama. Aku sangat bahagia, aku merasa kembali menemukan warna dalam hidupku. Kami pun menjalin hubungan itu sampai hari ini, sampai detik saat aku memposting tulisan ini. Dan saat itu pula aku ingin dia tahu bahwa aku sangat menyayanginya. Lebih dari hujan yang mengguyur kota malam ini, lebih dari kekeringan yang telah melanda Benua Afrika dan lebih besar dari jarak matahari ke Pluto. 28062010
♥
♥
♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar